Home / Opini / Sang Kuda Hitam Muncul: Andri Hermawan, Loyalis Dua Periode H. Risky Sitepu, Siap Mengubah Peta Politik KNPI Langkat

Sang Kuda Hitam Muncul: Andri Hermawan, Loyalis Dua Periode H. Risky Sitepu, Siap Mengubah Peta Politik KNPI Langkat

Langkat,Selasa (13/01/2026) — Dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Langkat kian memanas. Di tengah menguatnya tiga nama yang sejak awal digadang-gadang sebagai calon kuat, kini muncul satu sosok yang mulai mencuri perhatian dan mengubah arah pembicaraan: Andri Hermawan, figur yang disebut-sebut sebagai “Sang Kuda Hitam.”

Sebelumnya, publik KNPI Langkat telah mengenal tiga bakal calon yang dinilai memiliki basis dan struktur kuat. Mereka adalah Wongso Sutowo, Ketua PK KNPI Kecamatan Babalan; M.A. Bahrum, Ketua PK KNPI Kecamatan Stabat; serta Ardiansyah Putra Ismail, Ketua PK KNPI Kecamatan Padang Tualang. Ketiganya dinilai mewakili kekuatan wilayah dan telah lama membangun konsolidasi di tingkat kecamatan.

Namun politik KNPI tak pernah statis. Di balik hiruk-pikuk nama besar dan peta dukungan yang tampak di permukaan, justru muncul Andri Hermawan sosok yang selama ini lebih dikenal sebagai loyalis garis lurus H. Risky Sitepu, Ketua DPD KNPI Langkat dua periode.

Andri bukan nama baru dalam tubuh KNPI. Ia dikenal luas sebagai kader yang konsisten, bekerja dalam senyap, dan berada di lingkar inti kepemimpinan Risky Sitepu selama dua periode penuh. Loyalitas, pengalaman organisasi, serta pemahaman mendalam terhadap dinamika internal KNPI menjadi modal politik yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Tak berlebihan jika sejumlah kalangan menyebut Andri sebagai kuda hitam yang berpotensi mengejutkan. Di saat kandidat lain sibuk membangun citra dan dukungan terbuka, Andri justru dinilai mewarisi “mesin politik” yang telah teruji,jejaring, kaderisasi, dan simpul-simpul loyalis yang masih solid hingga hari ini.

Isu Andri Hermawan bakal mencalonkan diri sebagai Ketua DPD KNPI Langkat pun mulai menguat. Jika benar langkah ini diambil, maka kontestasi tak lagi sekadar adu popularitas, melainkan pertarungan antara struktur lama yang mapan dan wajah-wajah baru yang progresif.

Sebagian pengamat internal KNPI menilai, kemunculan Andri bisa menjadi simbol keberlanjutan kepemimpinan Risky Sitepu, sekaligus penentu arah apakah KNPI Langkat akan melanjutkan pola lama atau memasuki fase pembaruan. Di sisi lain, ada pula yang melihat Andri sebagai figur kompromi mampu merangkul berbagai kubu karena rekam jejaknya yang relatif minim konflik.

Satu hal yang pasti, kehadiran Andri Hermawan telah mengubah peta politik KNPI Langkat. Dari semula hanya bertumpu pada tiga nama, kini arena Musda menjadi lebih cair, lebih dinamis, dan sarat kejutan.

Politik KNPI Langkat belum mencapai garis akhir. Namun jika sejarah sering membuktikan bahwa kuda hitam kerap melesat di tikungan terakhir, maka nama Andri Hermawan patut diperhitungkan bukan sekadar pelengkap, melainkan penantang serius dalam perebutan kursi Ketua DPD KNPI Langkat.(TP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *