Langkat,Hinai (9/2/26) – Di balik hiruk-pikuk Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, seorang pria muda tampak bersiap melanjutkan penerbangan rutinnya menuju Jakarta. Bukan untuk liburan, bukan pula sekadar perjalanan bisnis. Setiap kali pesawat Medan–Jakarta lepas landas, ada mimpi besar yang ikut terbang di dalamnya. Dialah Muhammad Gusti, S.Sos., M.AP, anak kampung asal Kebun Lada Kec.Hinai, Kabupaten Langkat, yang kini menjelma menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda.
Lahir pada 21 Juni 1993, Muhammad Gusti membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menembus dunia akademik nasional. Saat ini, ia dikenal sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), sekaligus Kepala Pengelola Laboratorium dan Jurnal FISIP pada Bidang Laboratorium Administrasi Pembangunan dan Kebijakan Publik & Sebagai Staf Ahli Anggota DPRD Langkat.Optimisme Anak Kampung
Namun, perjalanan hidupnya belum berhenti di sana.
Misi Keilmuan yang Tidak Mudah
Kini, Muhammad Gusti tengah menempuh pendidikan S3 Doktor Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Sebuah langkah besar yang penuh tantangan. Biaya pendidikan yang tidak sedikit, jarak antarpulau, jadwal penerbangan yang padat, hingga harga tiket pesawat yang kian mahal semua harus dihadapi dengan keteguhan hati.
“Lanjut sekolah lagi bukan hal yang mudah,” ungkapnya dalam postingan akun Facebooknya. Di tengah kesibukan sebagai dosen, tanggung jawab pekerjaan kantor, serta tugas memonitor beberapa unit usaha, waktu menjadi barang paling mahal. Semua menuntut fokus tinggi, kerja ekstra keras, dan manajemen energi yang disiplin agar roda kehidupan tetap berputar dengan sehat dan produktif.
Optimisme Anak Kampung
Namun, dari semua tantangan itu, satu hal yang tidak pernah luntur: semangat dan optimisme. Prinsip hidup itulah yang terus dipegang oleh Muhammad Gusti. Baginya, pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan bentuk jihad keilmuan perjuangan panjang demi memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan, para senior, dan para mentor yang telah memberi dukungan moral maupun kesempatan. Menurutnya, perjalanan ini adalah perjalanan kolektif, bukan semata-mata usaha pribadi.
Pesan untuk Kaum Muda
Kisah Muhammad Gusti menjadi cermin bagi banyak anak muda, khususnya mereka yang berasal dari kampung halaman sederhana. Bahwa mimpi besar tidak mengenal asal-usul. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk melangkah, kesabaran untuk bertahan, dan keyakinan bahwa setiap jalan memiliki ujungnya.
Sebagaimana pepatah Arab yang selalu ia pegang:
Man saara ‘ala ad-darbi washola – Barang siapa berjalan pada jalannya, maka ia akan sampai.
Dari Kebun Lada Hinai hingga ruang-ruang akademik Jakarta, Muhammad Gusti telah membuktikan satu hal: anak kampung pun bisa menjadi tokoh inspiratif, asalkan tak pernah berhenti berjalan di jalan ilmunya.(TP)










