Home / Berita / Daerah / Ketua Dewan Pengawas: FORDISBUNI Siap Jadi Patron Gerakan Buruh Perkebunan di Masa Depan

Ketua Dewan Pengawas: FORDISBUNI Siap Jadi Patron Gerakan Buruh Perkebunan di Masa Depan

Langkat,Stabat (11/02/2026) – Forum Diskusi Perkebunan Indonesia (FORDISBUNI) menegaskan komitmennya untuk berkembang menjadi kekuatan gerakan buruh perkebunan yang solid dan terstruktur di Sumatera Utara. Ketua Dewan Pengawas FORDISBUNI, Julianto yang akrab disapa Waka Togleng, meminta jajaran pengurus agar segera membentuk kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Waka Togleng, langkah tersebut merupakan strategi penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas jangkauan advokasi buruh perkebunan di daerah. Ia menilai, kehadiran struktur organisasi yang merata akan membuat FORDISBUNI lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi buruh, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, hingga tingkat afdeling.

“FORDISBUNI tidak boleh berhenti hanya sebagai forum diskusi. Kita harus menjadi gerakan yang terstruktur, solid, dan berkelanjutan. Kepengurusan di setiap kabupaten/kota adalah kebutuhan mendesak agar organisasi ini benar-benar hadir di tengah persoalan buruh,” tegasnya.

Saat ini, basis organisasi FORDISBUNI masih terpusat di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai di bawah komando Nabhani Tam dan jajaran pengurus lainnya. Mayoritas anggota berasal dari karyawan perkebunan PT LNK Langkat. Basis ini dinilai sebagai fondasi awal yang kuat bagi gerakan FORDISBUNI, sekaligus cerminan tumbuhnya kesadaran kolektif buruh untuk memperjuangkan hak-haknya secara bersama.

Waka Togleng berharap, model konsolidasi di Langkat dapat menjadi contoh bagi buruh perkebunan di wilayah lain, baik di perusahaan swasta maupun BUMN. Ia menyoroti masih adanya dugaan ketimpangan, pelanggaran hak normatif, disparitas kesejahteraan, hingga lemahnya pengawasan di sejumlah sektor perkebunan yang perlu menjadi perhatian bersama.

FORDISBUNI, lanjutnya, juga membuka ruang kolaborasi yang luas dengan berbagai elemen, tidak hanya buruh, tetapi juga aktivis mahasiswa, anak petani, akademisi, serta pemerhati isu ketenagakerjaan. Dengan struktur yang inklusif dan konsolidasi yang merata, organisasi ini diharapkan mampu menjadi corong aspirasi sekaligus alat perjuangan efektif dalam mengawal keadilan dan kesejahteraan buruh perkebunan di Sumatera Utara.

Senada dengan hal tersebut, Ketua FORDISBUNI Nabhani Tam, S.E., menyatakan kesiapan penuh untuk mengembangkan organisasi hingga ke seluruh pelosok Sumatera Utara.

“Apa yang menjadi cita-cita organisasi buruh, kami siap mewakafkan diri dalam perjuangan ini. Kami terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga sertifikasi seperti ISPO dan RSPO bersama para senior di Jakarta. Harapan kita, lembaga tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi buruh,” ujar Nabhani.

Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan FORDISBUNI berpijak pada nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Di sisi lain, Nabhani juga menyampaikan harapan agar perusahaan-perusahaan perkebunan di Sumatera Utara, termasuk PT LNK, terus berkembang dan meraih kemajuan di tengah dinamika global. Menurutnya, kemajuan perusahaan dan kesejahteraan buruh seharusnya berjalan beriringan.

“Kami mendoakan perusahaan-perusahaan perkebunan semakin maju dan bangkit seiring kemajuan global. Namun pertumbuhan ekonomi itu tidak boleh dibangun di atas intimidasi dan penderitaan kaum buruh,” tegasnya.

Dengan semangat konsolidasi dan perluasan struktur organisasi, FORDISBUNI menyatakan siap menjadi patron gerakan buruh perkebunan di masa depan menghadirkan perjuangan yang bermartabat, konstitusional, dan berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial.(Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *