Langkat,Stabat (04/02/2026) – Isu beredarnya Surat Keputusan (SK) Caretaker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Langkat yang dikaitkan dengan nama Ravin, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) sekaligus Koordinator BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), menyita perhatian kalangan pemuda di Kabupaten Langkat.
Ravin dikenal memiliki pengalaman panjang dalam dunia organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan. Selain kiprahnya di tingkat regional, ia juga merupakan putra asli Kabupaten Langkat yang berasal dari Kecamatan Babalan. Latar belakang tersebut menempatkan Ravin sebagai figur yang memahami dinamika pemuda secara luas, sekaligus mengerti karakter sosial dan kultural daerahnya.
Isu ini oleh sebagian kalangan tidak hanya dibaca sebagai persoalan figur, melainkan sebagai refleksi kebutuhan akan penguatan kembali peran KNPI Langkat. KNPI diharapkan tetap menjaga jati dirinya sebagai wadah pemersatu golongan muda, tempat berhimpunnya berbagai organisasi kepemudaan dengan latar belakang, ideologi, dan orientasi yang beragam.
Dalam konteks tersebut, KNPI dipandang tidak semestinya menjadi ruang yang mengkultuskan satu organisasi, kelompok, ataupun latar belakang tertentu. Sebaliknya, KNPI perlu terus dirawat sebagai rumah bersama yang menjunjung prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan kebersamaan antar unsur pemuda.
Pengalaman Ravin di gerakan mahasiswa dinilai sebagian pihak berpotensi membawa semangat kolaboratif yang lebih luas. Namun penekanan utama yang mengemuka adalah pentingnya menjaga keseimbangan, agar KNPI Langkat tetap berdiri di atas semua golongan dan tidak terseret pada simbolisasi satu kelompok tertentu.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari DPD KNPI Sumatera Utara maupun DPP KNPI terkait kepastian isu tersebut. Ravin sendiri juga belum memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik.
Terlepas dari benar atau tidaknya kabar yang beredar, momentum ini dinilai sebagai pengingat bersama bahwa masa depan KNPI Langkat terletak pada kemampuannya merangkul seluruh potensi pemuda. KNPI diharapkan hadir sebagai ruang pemersatu, bukan pemisah, serta mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan identitas dasarnya.
Dengan demikian, isu yang mencuat ini seharusnya dimaknai secara konstruktif sebagai dorongan untuk menjaga marwah KNPI Langkat sebagai organisasi kepemudaan yang inklusif, progresif, dan benar-benar menjadi milik seluruh pemuda Langkat.(TP)










